Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Polisi Bantah 995 Senjata Api di Sekolah Jaksel untuk Ekskul

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 1 views

Kasus penemuan ratusan senjata api dan airsoft gun di lingkungan sekolah swasta di Jakarta Selatan kembali menjadi perbincangan hangat. Polres Metro Jakarta

Polisi Bantah 995 Senjata Api di Sekolah Jaksel untuk Ekskul

Polisi Bantah 995 Senjata Api di Sekolah Jaksel untuk Kegiatan Ekstrakurikuler

Narakabar.com – Kasus penemuan ratusan senjata api dan airsoft gun di lingkungan sekolah swasta di Jakarta Selatan kembali menjadi perbincangan hangat. Polres Metro Jakarta Selatan melakukan klarifikasi resmi terkait temuan tersebut yang awalnya diklaim digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Insiden ini pertama kali terungkap pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, setelah pihak sekolah membuka kembali ruangan yang sebelumnya menjadi kantor mantan Ketua Yayasan berinisial IWD.

Klaim awal dari eks Ketua Yayasan menyatakan bahwa seluruh senjata-senjata yang ditemukan tersebut memang digunakan untuk keperluan kegiatan ekstrakurikuler siswa. Namun, kepolisian menepis pernyataan tersebut dengan tegas dan jelas. AKP Joko Adi Wibowo, yang saat ini menjabat sebagai Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi kuat yang menghubungkan temuan tersebut dengan aktivitas ekskul sekolah.

“Oh tidak. Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul,” jelas Joko kepada awak media pada Jumat (7/8/2026).

Penyelidikan mendalam ini bermula dari adanya konflik internal yang terjadi di dalam yayasan pendidikan tersebut. Indra Wargadalem, atau yang lebih dikenal dengan inisial IWD, dikabarkan telah dicopot dari jabatannya sebagai ketua yayasan. Alasan utama pencopotan tersebut adalah dugaan penyelewengan dana yang dilakukan olehnya. Saat proses pembukaan ruangan bekas tempat kerjanya, pihak sekolah bersama tim kepolisian menemukan sejumlah besar senjata yang tersimpan rapi di dalam lemari.

Rincian Lengkap Barang Bukti yang Ditemukan

Dalam olah tempat kejadian perkara yang dilakukan secara menyeluruh, polisi mencatat total barang bukti yang berhasil dikumpulkan dari lokasi tersebut. Jumlah tersebut mencakup 995 pucuk airsoft gun, satu unit senjata api merek Francisca, empat laras senjata panjang hasil pabrikan, serta tiga pucuk airsoft gun tambahan. Ketiga airsoft gun tambahan tersebut memiliki jenis yang berbeda-beda, yaitu FN90, AK-47, dan M4 Carbine.

“Kami pun belum bisa menyampaikan saat ini. Ini tentunya kami akan dalami lagi,” ujar Joko mengenai tujuan penyimpanan senjata di sekolah.

Meskipun jumlah senjata sudah terhitung dengan akurat, polisi masih belum dapat menyimpulkan secara pasti untuk apa ratusan senjata itu disimpan di dalam sekolah. Tim penyidik terus mengumpulkan fakta dan keterangan tambahan untuk memperkuat pemahaman mereka tentang kasus ini. Selain itu, pemeriksaan terhadap dokumen kepemilikan setiap senjata juga masih berlangsung untuk memastikan legalitas masing-masing alat yang ditemukan.

“Nanti kita dalami kembali terkait dokumen, terkait dengan temuan-temuan kita yang di situ,” ungkap Joko.

Proses Investigasi yang Sedang Berlangsung

Hingga penyelidikan selesai, polisi akan terus memantau perkembangan kasus ini dengan cermat. Publik diharapkan menunggu hasil akhir dari investigasi yang sedang berlangsung untuk mengetahui kebenaran dari berbagai klaim yang beredar di masyarakat. Proses verifikasi dokumen dan wawancara dengan saksi-saksi kunci masih terus dilakukan oleh tim penyidik.

Kasus ini juga menjadi perhatian khusus karena melibatkan banyak pihak, termasuk keluarga korban, yayasan, dan masyarakat sekitar sekolah. Polisi berkomitmen untuk memberikan transparansi penuh terkait hasil investigasi mereka. Setiap perkembangan terbaru akan segera diinformasikan melalui saluran resmi kepolisian.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus 995 Senjata Api

Apakah semua 995 senjata api tersebut legal? Hingga saat ini, pemeriksaan dokumen kepemilikan masih berlangsung. Polisi belum dapat memastikan legalitas seluruh senjata yang ditemukan.

Untuk apa senjata-senjata tersebut disimpan di sekolah? Menurut klarifikasi polisi, tidak ada kaitan langsung dengan kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan penyimpanan masih dalam proses investigasi.

Kapan hasil akhir investigasi akan diumumkan? Polisi belum memberikan timeline pasti, namun proses verifikasi dokumen dan wawancara saksi masih terus berlangsung.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam kasus ini? Pihak yang terlibat meliputi mantan Ketua Yayasan IWD, pihak sekolah, dan tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Gabung diskusi