Polisi Tegaskan Tak Ada Ekskul Menembak di Sekolah Harapan Ibu Jaksel
Penemuan massal senjata api di Jakarta Selatan telah memicu klarifikasi resmi dari kepolisian. Polres Metro Jakarta Selatan memastikan bahwa tidak terdapat
Polisi Klarifikasi: Tidak Ada Kegiatan Menembak di Sekolah Harapan Ibu
Narakabar.com – Penemuan massal senjata api di Jakarta Selatan telah memicu klarifikasi resmi dari kepolisian. Polres Metro Jakarta Selatan memastikan bahwa tidak terdapat kegiatan ekstrakurikuler menembak di Sekolah Islam Harapan Ibu, sebuah institusi pendidikan swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Temuan ini mencakup total 995 pucuk senjata yang ditemukan pada tanggal 15 Juli 2026 di dalam ruangan milik mantan Kepala Yayasan.
Konfirmasi dari Kepolisian dan Yayasan
AKP Joko Adi Wibowo, yang menjabat sebagai Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, memberikan pernyataan tegas kepada media. Ia menegaskan bahwa barang-barang tersebut tidak berkaitan dengan program ekskul menembak.
“Tidak. Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul,” ujar Joko Adi Wibowo saat ditemui di kantor Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain itu, kepolisian tengah melakukan pendalaman mengenai fungsi setiap senjata yang ditemukan. Apakah alat-alat tersebut digunakan untuk keperluan pembelajaran atau aktivitas lain masih dalam tahap investigasi. Pihak berwenang juga berencana memenuhi panggilan dari yayasan untuk memeriksa dugaan keberadaan bunker di area sekolah.
“Kalau memang permintaan, pasti akan kita laksanakan nanti pihak yang menangani perkara,” tambah Joko sebagaimana dilaporkan oleh Antara.
Di sisi lain, pengurus yayasan juga memberikan konfirmasi yang senada. Hermawanto, kuasa hukum yayasan, menjelaskan bahwa informasi dari para guru senior menunjukkan bahwa sekolah ini tidak pernah menyelenggarakan kegiatan menembak.
“Kami informasikan, berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” kata Hermawanto.
Menurutnya, pengurus baru yayasan juga menerima informasi yang sama dari para guru mengenai tidak adanya ekskul menembak di sekolah tersebut.
Detail Temuan dan Investigasi Lanjutan
Temuan tersebut mencakup berbagai jenis barang, mulai dari senjata api, amunisi, aksesori senjata, hingga alat pembuat peluru. Selain itu, ditemukan pula VCD porno serta barang yang diduga merupakan narkotika jenis sabu dan ganja. Polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai penemuan ini pada 15 Juli 2026.
Sebagai langkah awal penanganan, penyidik telah menyusun Laporan Polisi Model A. Dokumen ini menjadi dasar untuk proses penyelidikan yang akan berjalan lebih lanjut.
Perlu dicatat bahwa terdapat perbedaan informasi dibandingkan pernyataan PT Lokta Karya Perbakin sebelumnya. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa ratusan airsoft gun merupakan inventaris berizin untuk kegiatan ekskul menembak yang telah berlangsung sejak tahun 2020. Kegiatan tersebut reportedly berhenti setelah pembina meninggal dunia pada tahun 2024.
Polisi kini akan menelusuri izin penyimpanan serta kepemilikan atas 995 senjata tersebut, mengingat sebagian besar barang ditemukan merupakan hasil impor. Investigasi terhadap bunker dan kepemilikan senjata masih terus dilakukan untuk memastikan keabsahan seluruh temuan di sekolah swasta Jaksel tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polisi Tegaskan Tak Ada Ekskul Menembak?
Polisi Tegaskan Tak Ada Ekskul Menembak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polisi Tegaskan Tak Ada Ekskul Menembak matter?
Polisi Tegaskan Tak Ada Ekskul Menembak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
