Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Misi Mandiri Teknologi, Kepala BRIN Targetkan Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Chip Asing

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read 1 views

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, telah resmi meluncurkan Misi Mandiri Teknologi Kepala BRIN sebagai langkah strategis menuju

Misi Mandiri Teknologi, Kepala BRIN Targetkan Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Chip Asing

Misi Mandiri Teknologi Kepala BRIN: Indonesia Bebas Ketergantungan Chip

Narakabar.com – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, telah resmi meluncurkan Misi Mandiri Teknologi Kepala BRIN sebagai langkah strategis menuju kemandirian teknologi nasional. Inisiatif ini melibatkan 150 peneliti terpilih yang akan bekerja sama dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memperkuat fondasi teknologi Indonesia. Melalui misi ini, Indonesia menargetkan pengurangan ketergantungan terhadap komponen impor, khususnya di sektor semikonduktor yang menjadi tulang punggung industri modern global.

Dalam pertemuan di Istana Negara, Arif Satria menyampaikan visi jangka panjang BRIN untuk membangun kedaulatan teknologi. Ia menekankan bahwa kemajuan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada kemampuan riset dan inovasi domestik. Dengan fokus pada pengembangan teknologi tingkat tinggi, Indonesia diharapkan dapat bersaing di kancah internasional tanpa bergantung pada pasokan chip dari luar negeri.

Riset sebagai Penggerak Ekonomi Berkelanjutan

Menyampaikan sambutannya di hadapan Presiden Prabowo, Arif Satria menegaskan bahwa kapasitas riset merupakan fondasi utama daya saing bangsa. Ia menghubungkan langsung antara inovasi teknologi dengan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Pengalaman berbagai negara menunjukkan adanya korelasi positif antara kapasitas inovasi, yang tercermin dalam Global Innovation Index, dengan pertumbuhan GDP per kapita per tahun.

“Bapak Presiden, Riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan. Pengalaman berbagai negara menunjukkan adanya korelasi positif antara kapasitas inovasi, yang tercermin dalam Global Innovation Index, dengan GDP per kapita per tahun,” ujar Arif Satria.

Tiga Jalur Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai penggerak utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, BRIN telah menyusun tiga strategi inti untuk memperkuat struktur ekonomi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertama, menghadirkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM. Kedua, memperkuat daya saing industri nasional melalui riset dan inovasi. Ketiga, memfasilitasi co-development teknologi maju dunia agar Indonesia menjadi bagian dari pengembangan teknologi global.

Salah satu poin yang paling mendapat perhatian dalam sambutan tersebut adalah keberanian Indonesia untuk memulai kemandirian di sektor teknologi tingkat tinggi. Arif menyatakan bahwa arah riset ke depan akan difokuskan pada penguasaan teknologi yang menentukan posisi Indonesia di kancah global dalam jangka panjang. Khususnya, ia menyoroti masalah ketergantungan Indonesia terhadap pasokan chip dari luar negeri yang perlu segera diatasi melalui penguatan industri semikonduktor dalam negeri.

“Bapak Presiden, BRIN akan berfokus pada teknologi-teknologi maju yang akan menentukan daya saing negara dalam dua hingga tiga dekade ke depan. Pertama, semikonduktor agar Indonesia tidak bergantung pada chip asing,” tegas Arif Satria.

Implementasi Misi Mandiri Teknologi Kepala BRIN

Untuk memastikan keberhasilan misi ini, BRIN akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk universitas, industri swasta, dan lembaga riset internasional. Program ini juga akan melibatkan pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi melalui beasiswa dan pelatihan teknis. Dengan pendekatan holistik ini, Indonesia diharapkan dapat membangun ekosistem teknologi yang mandiri dan berkelanjutan.

Perlu dicatat bahwa sektor semikonduktor memiliki nilai ekonomi yang sangat signifikan. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan chip untuk berbagai aplikasi industri dan elektronik. Melalui Misi Mandiri Teknologi Kepala BRIN, pemerintah menargetkan peningkatan produksi chip lokal yang dapat memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Misi Mandiri Teknologi

Apa itu Misi Mandiri Teknologi Kepala BRIN? Misi Mandiri Teknologi Kepala BRIN adalah inisiatif strategis yang dipimpin oleh Arif Satria untuk mencapai kemandirian teknologi Indonesia, khususnya dalam sektor semikonduktor dan chip.

Berapa banyak peneliti yang terlibat dalam misi ini? Sebanyak 150 peneliti terpilih dari berbagai disiplin ilmu akan terlibat dalam program ini untuk memperkuat riset dan inovasi nasional.

Kapan target Indonesia bebas ketergantungan chip asing? BRIN menargetkan Indonesia tidak lagi bergantung pada chip asing dalam dua hingga tiga dekade ke depan melalui pengembangan industri semikonduktor domestik.

Bagaimana misi ini mendukung Indonesia Emas 2045? Misi ini mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui tiga jalur utama: inovasi UMKM, penguatan industri nasional, dan co-development teknologi global.

Apakah ada kolaborasi internasional dalam misi ini? Ya, BRIN akan bekerja sama dengan universitas, industri swasta, dan lembaga riset internasional untuk mempercepat pengembangan teknologi semikonduktor di Indonesia.

Gabung diskusi