Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read 1 views

Sentil Prestasi Timnas Prabowo Bandingkan Indonesia dengan Cape Verde dalam sebuah pernyataan yang menggugah. Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketimpangan

Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang

Prabowo Bandingkan Timnas RI dengan Cape Verde

Narakabar.com – Sentil Prestasi Timnas Prabowo Bandingkan Indonesia dengan Cape Verde dalam sebuah pernyataan yang menggugah. Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketimpangan prestasi sepak bola nasional ketika membandingkan kondisi Indonesia dengan negara Afrika berpopulasi kecil. Cape Verde, yang jumlah warganya bahkan lebih sedikit dari Kabupaten Sumedang, berhasil menembus kualifikasi Piala Dunia. Sementara itu, Indonesia yang memiliki populasi hampir 287 juta jiwa masih belum mampu meraih prestasi serupa di kancah internasional.

Kritik mendalam ini disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan arahan kepada sekitar 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya introspeksi dan evaluasi terhadap kinerja sepak bola nasional. Prabowo menilai bahwa mengeluh tanpa tindakan nyata tidak akan membawa perubahan berarti bagi perkembangan olahraga kebangsaan ini.

Realitas Populasi dan Prestasi Sepak Bola

Menurut kepala negara, perbandingan antara Indonesia dan Cape Verde menunjukkan adanya ketimpangan yang perlu diatasi. Cape Verde memiliki populasi sekitar 500.000 jiwa, sementara Kabupaten Sumedang saja memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak. Namun, negara kecil tersebut mampu menembus kualifikasi Piala Dunia, sebuah pencapaian yang belum diraih Indonesia hingga saat ini.

“Jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak Sumedang mungkin ya. Cape Verde, apa lagi ya, banyak negara-negara kecil yang masuk ke situ (Piala Dunia). Ini harus kita introspeksi, kita harus lihat dan tidak gunanya kita mengeluh menurut saya,” kata Prabowo.

Presiden menekankan bahwa sepak bola menjadi contoh nyata pentingnya menyusun kebijakan berdasarkan data faktual, bukan hanya mengandalkan harapan kosong. Ia mengajak seluruh pihak untuk melihat fakta dengan mata terbuka dan tidak takut menghadapi kenyataan yang mungkin terasa pahit.

Kritik Membangun dan Apresiasi untuk Menpora

Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan rasa kecewanya melihat Indonesia yang memiliki populasi hampir 287 juta jiwa masih gagal tampil di kompetisi sepak bola paling bergengsi dunia. Ia menilai bahwa kegagalan tersebut seharusnya tidak dijadikan alasan untuk saling menyalahkan satu sama lain.

“Saya sangat sedih terus terang saja ya, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia. Ini fakta yang tidak, tidak enak ya,” ujarnya.

Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Erick Thohir, yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI. Ia menilai Menpora telah bekerja keras membawa Timnas Indonesia semakin dekat dengan impian Piala Dunia. Menurut Presiden, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan, upaya yang dilakukan Menpora patut diapresiasi.

“Ini contoh sepak bola saja, kalau sepak bola enggak ada yang tersinggung di antara kalian kan, bener enggak? Ya mungkin yang tersinggung Menpora mungkin ya, tapi beliau juga baru Menporanya. Atau enggak, beliau kan sudah PSSI juga lumayan di sana. Tapi beliau sudah berjuang luar biasa ini dan kita hampir masuk kemarin ya, hampir masuk. Mungkin strateginya harus lebih pinter kita,” katanya.

Ajakan Belajar dari Negara Lain

Yang paling ditekankan oleh Prabowo adalah pentingnya mempelajari penyebab keberhasilan negara lain, bukan mencari kambing hitam. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak mengeluh dan terus belajar dari pengalaman internasional. Presiden menilai bahwa dengan memahami strategi dan pendekatan yang digunakan negara-negara kecil namun sukses, Indonesia dapat menemukan jalan menuju prestasi yang lebih baik.

“Jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam. Jangan, karena itu tidak akan membantu. Nah sekarang belajar, bagaimana? Kenapa kok bisa negara itu masuk umpamanya, ya kan? Kenapa, apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? Guru-gurunya dari mana? Jadi 500.000 (penduduk Cape Verde), iya bener, Sumedang lebih banyak,” pungkasnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pernyataan Prabowo

Berapa jumlah penduduk Cape Verde? Cape Verde memiliki populasi sekitar 500.000 jiwa, yang lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk Kabupaten Sumedang.

Kapan Prabowo menyampaikan pernyataan ini? Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (6/8/2026) saat Prabowo bertemu dengan sekitar 150 peneliti BRIN di Istana Negara, Jakarta.

Siapa yang mendapat apresiasi dari Prabowo? Erick Thohir, yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, mendapat apresiasi atas kerja kerasnya membawa Timnas Indonesia.

Apa pesan utama Prabowo dalam pernyataan tersebut? Pesan utamanya adalah jangan mengeluh dan jangan mencari kambing hitam, melainkan belajar dari keberhasilan negara lain untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia.

Berapa populasi Indonesia saat ini? Indonesia memiliki populasi hampir 287 juta jiwa, menjadikannya salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia.

Gabung diskusi